Return to Website

Forum Pendidikan Anda

Forum ini untuk DISKUSI DAN INFORMASI PENDIDIKAN di Indonesia.
(sek-10)

Mohon - Kalau Saran Beasiswa Klik Di Sini Saja.

Forum: Forum Pendidikan Anda
Start a New Topic 
   Board|Threaded
Author
Comment
Beli Buku Pelajaran Sekolah Seperti Beli Narkoba

Ada apa dengan PerMen Diknas No.2/2008 ? Adakah kemungkinan peraturan itu sarat muatan politis ?
kemungkinan besar ya ! Adanya peraturan tersebut dijadikan konsumsi energi buat para calon pemimpin daerah dalam Pemilihan Gub/Wagub, Walikota/wawali, ataupun Bup/wabup se Indonesia. Hal yang nyata terjadi adalah di Sumatera Selatan, Bengkulu, dlsb., dalam wujud kampanye pendidikan gratis yang dipaketkan dengan kesehatan gratis. Tapi saya tidak mengeluhkan politik. Saya sedang membicarakan kebutuhan dan masa depan baik anak2, orang tua maupun semua pihak yang bertanggung jawab terhadap pendidikan di Indonesia.
Permen Diknas tsb. dituangkan dalam Perda setempat, yang mengatur mekanisme pendidikan gratis. Sayangnya, poin-poin penting mengenai hal itu tidak diuraikan secara detil. Contohnya, pada pasal yang menyatakan Guru, Kepala Sekolah, Komite maupun Pengurus Koperasi dilarang menjual buku dalam lingkungan sekolah. Apakah bila ada orang selain subjek tersebut di atas menjual bukunya, dilarang juga ? apakah bila orang tua/wali murid atau siswa yang bersangkutan membeli di outlet selain toko buku seperti warung,toko, foto copy, koperasi di luarsekolah juga dilarang ? Tidak ada pasal yang menyatakan siswa dilarang beli buku! Jadi mengapa siswa atau orang tua/wali murid membeli buku di tempat2 yg disebutkan di atas seperti membeli ganja, dan produk narkoba lainnya ? Bayangkan, para pedagang/pengusaha kecil2an tsb justru merasa ketakutan spt diteror, seolah2 tim inspeksi dari Diknas, Pemda maupun anggota dewan setempat adalah polisi, bahkan lebih ekstrim seperti para algojo yang akan mematikan usaha mereka hanya karena mereka membantu melayani kebutuhan masyarakat.
Terlepas dari ada tidaknya kerja sama antara pihak sekolah dgn penerbit dalam hal ini, tapi pada dasarnya buku adalah kebutuhan penting sama halnya seperti makanan dan minuman. Adanya Dana BOS di sekolah-sekolah bukan membantu masyarakat, tp malah menguntungkan pemerintah. Alasannya adalah Dana BOS diperuntukkan untuk masyarakat yang tidak mampu untuk bersekolah, namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa dana tersebut lebih diprioritaskan untuk kebutuhan sekolah spt ATK, gaji honorer/PTT, bayar PDAM, listrik dll. Pemerintah jd diuntungkan dalam programnya, bukan tujuannya. ARtinya program dilakukan tidak tepat sasaran.Ini seolah2 mencekoki sekolah dan menjadikan sekolah seperti laboratorium robot, menjadikannya memiliki tingkat ketergantungan yang sangat tinggi.
Orang tua tahu kebutuhan untuk anaknya, dan sebagian besar adalah untuk pendidikannya, agar punya potensi dan masa depan yg baik, dengan otak yang cemerlang, yang mampu memberikan ide-ide yang positif dan memberikan pengaruh langsung di masyarakat masa mendatang. Namun bila mereka tidak memiliki media alat tulis dan baca, apa jadinya ? Okelah,guru dilarang menjual buku, sekolah dilarang memperjualbelikan buku. Tapi apakah dosa bila ada yang berbaik hati menawarkan pelayanan untuk membantu masyarakat memperoleh buku dengan cepat dan mudah, tanpa diharuskan bayar cash ? justru ini akan lebih menguntungkan masyarakat kurang mampu, karena mereka tidak diharuskan memperoleh buku dengan tunai sementara uang mereka bahkan hanya cukup untuk makan 2 minggu. Mereka dapat mencicilnya, bahkan bila perlu menggunakan dana BOS. itu lebih tepat sasaran.Mereka tidak perlu repot2 mengeluarkan ongkos untuk langsung datang ke toko buku (bila domisilinya berjauhan dengan toko buku) Dan mereka tidak perlu mengeluh bahwa buku yang digunakan di sekolah tidak bisa dibawa pulang, karena buku yang dibelikan oleh pemerintah harus bertahan 5 tahun. Bila dibawa pulang tentunya akan rusak. Siapa yang menjamin bahwa buku yg dipinjam dibawa pulang kerumah oleh siswa tidak akan rusak ? memangnya siswa hanya membaca satu lembar saja tanpa membuka lembar lain ? memangnya siswa dan orangtuanya tangannya pada bersih jadi bukunya bersih terus ? wah, itu sih pemikiran kerdil dong. Lagian kenapa sih komite/wali murid dilarang2 ? justru merekalah yang punya tanggung jawab besar terhadap anak2nya. Selain itu, orang tua dan anak yang disekolahkan secara langsung justru akan terasah rasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap apa yang dimilikinya.
Masihkah beli buku di outlet2 terdekat, atau bahkan di dalam sekolah menjadi seperti membeli narkoba ? pengalaman di Kota Bengkulu, mungkin menjadi cermin bahwa secara tidak langsung pemerintah setempat sebagai perwakilan pemerintah pusat mendidik guru, orang tua dan siswa untuk melakukan jual beli ilegal, karena buku sudah dijadikan barang ilegal oleh peraturan adanya buku gratis sebagai bagian dari pendidikan gratis , yang dikumandangkan dalam kampanye walikota/wawali tahun lalu. Mana bukunya ? siswa mau belajar pakai apa ? Lagi-lagi, orang tua dan guru lebih tahu apa kebutuhan untuk pendidikan di sekolah. kalau begitu pemerintah dan diknas nya tidak konsisten dan konsekuen dong ? sepertinya sih iya.
Semoga semua pihak mau berkaca...trims...

Email   shadow_onani@yahoo.com  
Get your own FREE Forum today! 
Report Content ·  · Online Photo Albums   Free Guestbooks   Free Web Hosting   Cheap Domains 
powered by Powered by Bravenet bravenet.com